Hai… itu kata pertama kali kamu memanggilku.
Apa kamu masih ingat tanggal berapa itu ?
Kalau kamu tidak ingat juga tidak apa apa…
Dulu aku masih ingat saat pertama kali melihat kamu, ada yang berbeda…
Entah apa itu aku juga tidak tahu itu…
Aku dulu aneh melihat kamu, karena kamu selalu melihat aku, akhirnya aku selalu di sebut setiap kamu lewat atau apalah….
Tapi aku tidak merasa aneh dengan itu, entah kenapa aku juga tidak tahu…
Rasa senang ada di dalam hati.
Tapi aku belum tahu siapa kamu… tapi aku rasa kamu itu memiliki sesuatu.
Pertama kali kamu chat aku, rasanya agak aneh tapi aku senang juga.
Kamu memberi tahu nomor hpmu kepadaku.
Aku mencoba nomor yang kamu beri, aku akui aku sangat takut mau menekan tombol send.
Akhirnya sms aku terkirim, kamu membalasnya dengan “Siapa ini ?”
Aku menjawab “Penggemar berat kamu”
Kamu menjawab “Rasanya tidak ada yang tahu deh dengan nomor aku”
Lalu aku menjawab “Kamu yang memberi tahu nomor kamu kepada aku”
Dan kita akhirnya smsan selalu.
Biasanya pada hari minggu hpku hanya ortu aku yang menelefon sekarang ada kamu.
Sekarang kamu serasa menjadi bagian penting, aku merasa senang kita smsan.
Membuat bosanku di asrama bisa hilang, itu semua karena kamu.
Minggu ke minggu kita lewatkan dengan bercerita banyak hal.
Aku sangat senang saat kita telefon dan ngobrol tentang banyak hal.
Akhirnya aku membeli kartu baru yang sama dengan kamu, itu hanya buat kamu semata.
Suara lucu kamu terdengar lembut di telingaku, tawamu yang khas membuatku senang.
Pesan pesan dari kamu yang enak untuk di jawab kembali dan masih banyak lagi.
Respon kamu yang lucu dan aneh saat aku jahilin atau aku bercandain kamu.
Aku baru tahu kamu begitu banyak hal yang menarik dan sekaligus menjadi sahabatku.
Ternyata di setiap kebahagian pasti ada masalah.
Aku mungkin orang yang egois, yang memikirkan perasaanku saja, tanpa memikirkan perasaan kamu.
Kamu sampai di panggil, di marahin kakakmu, di marahin temen kelasmu dan banyak lagi.
Aku sangat benci pada diriku, karena aku kamu jadi seperti itu, aku tahu kamu pasti ada menangis.
Menangis karena ulahku, aku mulai berfikir itu menjauh kamu karena kalau kamu dekat dengan aku.
Membuat kamu kena masalah lagi. Membuat kamu mengeluarkan air mata lagi, dan sedih lagi.
Aku tidak bisa melihat orang kena masalah karena aku terutama orang yang aku sayangi.
Lebih baik aku pergi dari hidupmu.
Aku cukup senang dan bahagia ketika kamu tesenyum dan tertawa.
Tidak seperti dulu lagi, semua berubah.
Tidak seperti yang aku bayangkan ternyata kehilangan kamu itu sangat berat.
Tetapi aku bertekat ini untuk kebaikan kami berdua.
Setelah berbulan bulan di lalui, ada sebuah pesan masuk.
Pertama itu aku tanggapin mungkin itu dari telkomsel.
Setelah cukup lama akhirnya aku buka pesan tersebut.
Aku kaget nama yang tertera.
Sebuah nama yang dulu aku kenal, membuatku bahagia, senang, seseorang yang dulu hilang.
Yaitu “Kamu”.
By Ninetyseven.
By Ninetyseven.
No comments:
Post a Comment